Selasa, Februari 27, 2024
BerandaOpiniKerukunan Melalui Budaya

Kerukunan Melalui Budaya

KEBERAGAMAN suku, agama dan ras bangsa Indonesia merupakan keunikan tersendiri yang menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia. Namun, tidak sedikit pula konflik yang terjadi akibat keberagaman itu sendiri.

Untuk itu, dibutuhkan upaya menciptakan kerukunan antarumat agar dapat menjaga keutuhan dan persatuan bangsa. Apalagi, di tahun politik ini, menjadi tantangan bersama untuk tetap menjaga kerukunan.

Kerukunan umat beragama, salah satu bentuk sosialisasi yang damai dan tercipta berkat adanya toleransi agama. Sebab, toleransi agama merupakan salah satu sikap saling pengertian dan menghargai, tanpa adanya diskriminasi dalam hal apapun, khususnya dalam masalah agama.

Baca Juga: Pemkot Yogyakarta Siapkan 2.000 Vaksin Rabies di 13 Klinik

Untuk itu, kerukunan umat beragama sangat penting dilakukan dalam rangka upaya mencapai kesejahteraan hidup warga masyarakat.

Kerukunan tercipta melalui salah satunya pendidikan karakter. Pendidikan karakter dapat menjadi strategi penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk mengajarkan nilai-nilai moral kepada generasi muda sehingga mereka dapat berpikir dan bertindak sesuai dengan moralitas bangsa.

Dengan demikian, pendidikan karakter dapat membentuk kepribadian generasi muda menjadi manusia yang baik di masa depan.

Baca Juga: Akibat Kemarau Panjang, 25 Kapanewon di DIY Mengalami Kekeringan

Penulis sempat menghadiri acara bincang kemerdekaan yang dihelat mahasiswa Maluku Utara untuk menjaga persatuan. Mereka juga akan mengadakan Festival Budaya dengan menunjukkan kebudayaan daerah mereka masing masing.

Dengan demikian disadarkan akan beragamnya kebudayaan daerah di Indonesia yang perlu dilestarikan dan begitu berharganya kebudayaan-kebudayaan tersebut. Perayaan tersebut bertujuan untuk membangun keakraban dan kebersamaan di tengah-tengah perbedaan antarmasyarakat.

Dr. H. Nur Ahmad Ghojali, MA (Wakil Ketua PWM DIY)

Berita terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER

KOMENTAR TERBARU