Rabu, Mei 29, 2024
BerandaOpiniNyamuk Wolbachia, memberi manfaat atau mudharat?

Nyamuk Wolbachia, memberi manfaat atau mudharat?

EFEKTIVITAS wolbachia telah diteliti sejak 2011 yang dilakukan oleh WMP (World Mosquito Program) di Yogyakarta dengan dukungan filantropi yayasan Tahija. Penelitian dilakukan melaui fase persiapan dan pelepasan aedes aegypti berwolbachia dalam skala terbatas (2011-2015).

Wolbachia adalah salah satu genus bakteri (bukan virus) yang hidup sebagai parasit pada hewan artropoda. Infeksi Wolbachia pada hewan akan menyebabkan partenogenesis, kematian pada hewan jantan, dan feminisasi. Bakteri ini tergolong ke dalam Gram negatif, berbentuk batang, dan sulit ditumbuhkan di luar tubuh inangnya.

Wolbachia ini dapat melumpuhkan virus dengue dalam tubuh nyamuk aedes aegypti, sehingga virus dengue tidak akan menular ke dalam tubuh manusia.

Jika aedes aegypti jantan berwolbachia kawin dengan aedes aegypti betina maka virus dengue pada nyamuk betina akan terblok.

Selain itu, jika yang berwolbachia itu nyamuk betina kawin dengan nyamuk jantan yang tidak berwolbachia maka seluruh telurnya akan mengandung wolbachia.

Baca Juga: Komisi IX Bentuk Koalisi Bersama Lawan DBD

Sebelumnya, uji coba penyebaran nyamuk ber-Wolbachia telah dilakukan di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul pada tahun 2022. Hasilnya, di lokasi yang telah disebar Wolbachia terbukti mampu menekan kasus demam berdarah hingga 77 persen, dan menurunkan proporsi dirawat di rumah sakit sebesar 86%. (Sumber data Dinas Kesehatan Propinsi DIY).

Pada awalnya memang ada kekhawatiran karena pemahaman dari masyarakat saat itu. Bagaimana bisa nyamuk dilepas di lingkungan justru akan mengurangi Demam Berdarah?. Tapi seiring adanya edukasi, ada sosialisasi, sekarang masyarakat justru semakin paham, bahwa sebenarnya teknologi ini untuk mengurangi DBD.

Inovasi teknologi Wolbachia tidak serta merta menghilangkan metode pencegahan dan pengendalian dengue yang telah ada di Indonesia. Masyarakat tetap diminta untuk melakukan gerakan 3M Plus seperti Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang serta tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Sebagai pilot project, dilaksanakan di lima kota yaitu Kota Semarang, Kota Jakarta Barat, Kota Bandung, Kota Kupang dan Kota Bontang berdasarkan Keputusan Menteri kesehatan RI Nomor 1341 tentang Penyelenggaran Pilot project Implementasi Wolbachia sebagai inovasi penanggulangan dengue.

Selain di Indonesia, Pemanfaatan teknologi Wolbachia juga telah dilaksanakan di negara lain (Brasil, Australia, Vietnam, Fiji, Vanuathu, Mexico, Kiribathi, New Caledonia, Sri Lanka) terbukti efektif untuk pencegahan dengue.

Baca Juga: Masuki Musim Pancaroba, Dinkes Bantul Minta Warga Waspadai 2 Penyakit Ini

Penulis termasuk yang mengikuti dan memperhatikan program Wolbachia ini dari awal, dan ilmuwan Indonesia banyak yang terlibat di dalamnya.

Sekarang di RS PKU Bantul sdh jarang mendapat kasus DBD Berat yang menyebabkan kematian sejak teknik penyebaran nyamuk Wolbachia ini dilakukan secara massal. Jadi, manfaatnya jelas jauh lebih banyak daripada mudharatnya, bahkan penulis belum menemukan sisi mudharatnya.

(dr. Nurcholid Umam K, Sp.A, M.Sc | Direktur RS PKU Bantul/Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta)

Berita terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER

KOMENTAR TERBARU