Senin, April 15, 2024
BerandaSlemanTerus Naiknya Harga Beras di Sleman Membuat Disperindag Menggelar Operasi Pasar di...

Terus Naiknya Harga Beras di Sleman Membuat Disperindag Menggelar Operasi Pasar di 17 Kapanewon

JOGJAEKSPRES.COM – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman memastikan akan menggelar operasi pasar dan pasar murah pada pertengahan September 2023 di 17 kapanewon.

Dengan diadakannya operasi pasar tersebut, diharapkan mampu menstabilkan harga sejumlah komoditas di Kabupaten Sleman.

Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperindag Sleman, Kurnia Astuti, mengatakan, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan Bulog setempat untuk menggelar operasi pasar dan pasar murah. Utamanya untuk menekan harga beras di Kabupaten Sleman, yang mengalami kenaikan.

Baca Juga: Jaga Kestabilan HET, Bulog Yogyakarta Siapkan 39 Ribu Ton Beras untuk Operasi Pasar

“Teknisnya sedang kami koordinasikan dengan Bulog. Nantinya tidak hanya komoditas beras (pasar murah), tapi juga komoditas lainnya yang saat ini mulai mengalami kenaikan,” katanya, Rabu, 6 September 2023.

Lebih lanjut Kurnia mengungkapkan, per 6 September 2023, harga beras medium mencapai Rp12.812 per kilogram, sedangkan harga beras premium mencapai Rp13.750 per kilogram. Harga ini naik rata-rata Rp63 per kilogram dibandingkan pada Minggu, 3 September 2023.

“Untuk penyebab kenaikan karena fenomena el nino yang berdampak kepada pengaruh produksi padi,” sambungnya.

Baca Juga: Menteri Pertahanan RI Serahkan Bantuan Sumur Bor dan Pipanisasi ke Gunungkidul

Sementara terkait dengan pasar murah di 17 kapanewon, Kurnia menyebutkan saat ini pihaknya tengah membahas terkait teknis pembelian untuk gelaran pasar murah di pertengahan September 2023.

Nantinya, pasar murah digelar untuk masyarakat dengan kuota sebesar 6 ton beras per kapanewon. Selain itu pasar murah juga akan diisi dengan komoditas lainnya seperti telur dan minyak goreng yang juga mengalami peningkatan harga di pasaran.

“Selain itu akan ada pembatasan pembelian, agar terjadi pemerataan. Teknis kami koordinasikan lagi dengan Bulog,” pungkasnya. (*)

Berita terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER

KOMENTAR TERBARU