Rabu, Februari 28, 2024
BerandaJogjakartaKampanye Berbudaya, PDI Perjuangan Yogyakarta Perkokoh Jaga Keistimewaan dan NKRI

Kampanye Berbudaya, PDI Perjuangan Yogyakarta Perkokoh Jaga Keistimewaan dan NKRI

JOGJAEKSPRES.COM – Lagu Gugur Gunung menggema menjadi satu semangat bagi langkah memenangkan Ganjar Pranowo – Mahfud MD sebagai Presiden dan Wakil Presiden di Pilpres, 14 Februari 2024.

Di forum “Ngudarasa Bersama Mas Eko” bersama masyarakat Wirobrajan, Yogyakarta dihadiri juga Wisnu Sabdono Putro, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Yogyakarta.

Ketua DPC PDI Perjuangan Yogyakarta, Eko Suwanto menyatakan pilihan kampanye berbudaya menjadi cara menyerap aspirasi dan harapan rakyat Yogyakarta di RTH Winongo Wirobrajan, Yogyakarta, Sabtu, 6 Januari 2024.

Baca Juga : 381 Kali Kebakaran di DIY, Mayoritas Akibat Pembakaran Sampah

“Saya mewakili PDI Perjuangan Yogyakarta optimis menangkan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Komitmen PDI Perjuangan perkokoh Jaga Keistimewaan DIY dan Jaga NKRI jelas, melalui kampanye berbudaya kita wujudkan semangat Trisakti Bung Karno, berkepribadian dalam kebudayaan,” ujarnya yang juga Caleg PDI Perjuangan untuk DPRD DIY dapil Kota Yogyakarta nomor urut 2.

Eko menjelaskan, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sosok yang dekat dengan Keistimewaan DIY. Ketua Panja RUU Keistimewaan adalah Ganjar Pranowo dan Mahfud MD adalah Guru Besar Ilmu Hukum dan Ketua Parampara Praja atau lembaga penasihat.

“Mas Ganjar Pranowo dan Pak Mahfud MD dekat dengan DIY. Selain Guru Besar Ilmu Hukum, Mahfud MD pernah menjabat Ketua Parampara Praja yang mempunyai tugas memberikan pertimbangan, saran, dan pendapat kepada Gubernur dalam rangka penyelenggaraan urusan keistimewaan, kalau Mas Ganjar Pranowo ibarat bidannya yang kawal RUU Keistimewaan di DPR RI,” jelasnya.

Sejumlah aspirasi yang disuarakan oleh warga yang hadir adalah persoalan pertanahan berkaitan dengan kewajiban bayar pajak PBB atas tanah magersari yang dijadikan hunian.

Selain itu, masalah sampah perkotaan yang tata kelolanya masih belum terselesaikan. Warga masih membakar sampah di Sindurejan, mereka sebenarnya paham ada perda yang tidak boleh bakar sampah dan minimalkan asap.

“Solusi soal problem sampah harap diperhatikan dan diselesaikan. Untuk pengolahan sudah swadaya Rp25 juta, solusi sampah mohon diperhatikan,” kata Muji Pamungkas warga Sindurejan, Yogyakarta.

Eko pun memberikan penjelasan bahwa pada tahun anggaran 2024 sudah dialokasikan Rp4,5 Miliar untuk membantu penanggulangan sampah.

“Alokasi Danais guna tanggulangi sampah tahun 2024 sejumlah Rp4,5 Miliar. Setiap kelurahan di Kota Yogyakarta akan mendapatkan Hibah senilai Rp100 juta,” terangnya.

Baca Juga : DPRD DIY Menyambut Baik Rencana Konversi Becak Listrik di Malioboro

“Kita sedang diskusikan apa bentuknya, ada yang usul biopori, ada juga yang usul mesin pencacah sampah dan berbagai usulan lainnya. Prinsipnya Pemda harus sat set, kerja keras atasi masalah sampah,” imbuh Eko yang juga Ketua Komisi A DPRD DIY ini.

Wisnu Sabdono Putro mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan rakyat Yogyakarta kepada dirinya. Selama berpartai, dirinya sudah berjuang bersama PDI Perjuangan sejak lama sekitar 30 tahun lebih, sejak masih banteng segi lima hingga jadi banteng moncong putih.

“Terima kasih atas kepercayaan panjenengan semua, mohon doa dan dukungannya untuk Pemilu 2024. Di PDI Perjuangan sudah 30 tahun lebih saya berjuang sejak masih banteng segi lima,” kata Wisnu yang juga caleg PDI Perjuangan untuk DPRD Kota Yogyakarta dapil 2 nomor urut 1. (rls/arf)

Berita terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER

KOMENTAR TERBARU