Rabu, Februari 21, 2024
BerandaPendidikanDr. Hasto Kristiyanto: Perguruan Tinggi Berperan Perjuangkan Bekerjanya Kemanusiaan

Dr. Hasto Kristiyanto: Perguruan Tinggi Berperan Perjuangkan Bekerjanya Kemanusiaan

JOGJAEKSPRES.COM – Suasana khidmat dan penuh pesan damai mewarnai momen Penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) kepada Gus Yahya, Sudibyo Markus (Dewan Pakar Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah), dan Kardinal Miguel Angel Ayuso Guixot (Presiden Badan Kepausan untuk Dialog Lintas Agama Vatikan) di Auditorium Prof Dr H M Amin Abdullah UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Senin (13/2/2023).

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Prof Al Makin menyampaikan, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf bukan saja pemimpin bagi kalangan Nahdliyin, tetapi juga bagi semua umat. Begitu juga dengan dr Sudibyo Markus dan Kardinal Miguel Angel Ayuso Guixot. Tiga tokoh ini adalah pemimpin umat beragama dunia.

“Mohon maaf Pak Kiai, KH Yahya Cholil Staquf, Anda bukan saja pemimpin Nahdlatul Ulama tetapi juga pemimpin dan pengayom seluruh umat,” kata Prof Al Makin, Rektor UIN Sunan Kalijaga.

Sosok Gus Yahya bagian pemimpin bagi umat-umat agama lainnya. “Anda pemimpin bagi Kahtolik, Hindu, Buddha, Kristen, Konghucu, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama, Begitu juga dr Sudibyo Markus bukan untuk Muhammadiyah saja, dan Kardinal Miguel Angel Ayuso adalah Kardinal bagi kami di UIN Sunan Kalijaga, ” kata Al Makin, Akademisi peraih gelar doktor dari Universitas Heidelberg Jerman itu.

Al Makin menyampaikan, kampus UIN Sunan Kalijaga ingin merayakan menjadi tempat bertemu dan tempat yang nyaman bagi perbedadan dan kepelbagaian, berbagai iman dan berbagai tradisi keagamaan.

“UIN Sunan Kalijaga bertekad meneruskan komitmen ini,” kata Al Makin.

Oleh karena itu, seremoni penganugerahan gelar doktor kehormatan ini menjadi simbol komitmen UIN Sunan Kalijaga dalam mewujudkan hal tersebut.

“Tidak hanya menghormati tiga kelompok umat, tetapi sesuai pesan Menteri Agama, menempatkan seluruh kelompok umat beragama di Indonesia yang jumlahnya ratusan di seluruh kepulauan Nusantara,” kata Al Makin.

Ia mengaku bahwa penganugerahan gelar doktor kehormatan ini sejatinya merupakan hadiah bagi UIN Sunan Kalijaga. Pasalnya, tiga tokoh penerima gelar doktor kehormatan merupakan sosok teladan yang diperlukan bagi umat. Mereka adalah pemimpin yang menawarkan kerja sama dialog antarumat secara dingin dan mendamaikan.

“Dan ini adalah hadiah untuk UIN Sunan Kalijaga,” kata akademisi yang menamatkan studi magisternya di Universitas Mc Gill Montreal, Kanada.

Penganugerahan gelar kehormatan kepada ketiga tokoh tersebut selain diisi dengan pidato ilmiah dihadiri oleh sivitas akademika dan sejumlah tamu undangan baik dari dalam dan luar negeri. Tampak hadir di barisan depan, Menteri Agama, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur DIY, Prof Mahfud MD hingga Dr. Hasto Kristiyanto, Sekjen DPP PDI Perjuangan.

Hasto Kristiyanto yang turut menghadiri penganugerahan gelar doktor honoris causa kepada tiga tokoh menyatakan apresiasi atas kepeloporan UIN Sunan Kalijaga dalam persaudaraan dunia dalam keberagaman.

PDI Perjuangan memberikan apresiasi kepada UIN Sunan Kalijaga dibawah kepemimpinan Rektor,
Prof. Dr.phil. Al Makin, S.Ag., M.A yang memberikan gelar Doktor Kehormatan kepada Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Periode 2021-2026 K.H. Yahya Cholil Staquf; Ketua PP Muhammadiyah Periode 2005-2010 dr. Sudibyo Markus, M.B.A.; dan Presiden Badan Kepausan untuk Dialog Lintas Agama Vatikan Cardinal Miguel Angel Ayuso Guixot, M.C.C.J.

“Melalui perguruan tinggi, agama dan ilmu pengetahuan bersama-sama memperjuangkan bekerjanya kemanusiaan dengan menebar kebaikan,” kata Hasto Kristiyanto, Sekjen DPP PDI Perjuangan.

Pemberian gelar tersebut menunjukkan luasnya cakrawala berpikir UIN Sunan Kalijaga yang semakin mengukuhkan jati dirinya sebagai jembatan persaudaraan dunia dalam keragaman kemanusiaan.

Apa yang telah dilakukan UIN Sunan Kalijaga semoga menjadi inspirasi perguruan tinggi Indonesia laiinya tentang pentingnya membangun kerja sama internasional dan menjadikan perguruan tinggi sebagai pelopor pembangunan peradaban Indonesia untuk dunia.

“PDI Perjuangan merasa bangga, bagaimana UIN Sunan Kalijaga menjadi pelopor perjuangan kemanusiaan dengan mengedepankan toleransi, persaudaraan sejati seluruh umat manusia sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Hasto Kristiyanto.

Sementara itu Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY yang turut hadir menyimak isi pidato ilmiah penganugerahan gelar doktor honoris causa bagi tiga tokoh menyatakan ada pesan pentingnya menciptakan selalu hadirnya dialog antar pemeluk agama dan kerjasama antar umat beragama.

“UIN Sunan Kalijaga memberikan pesan penting bagi hadirnya toleransi antar umat beragama. Keteladanan dan keluasan cakrawala intelektual Gus Yahya, dr Sudibyo Markus dan Kardinal Miguel Angel Ayuso untuk kerja bersama dalam dialog antar iman adalah sumbangan penting membangun peradaban dunia menjadi lebih baik,” kata Eko Suwanto, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta. (rls/one)

Berita terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER

KOMENTAR TERBARU