Rabu, Mei 29, 2024
BerandaPolitikaPemuda sebagai Agen Perubahan Demokrasi di Indonesia

Pemuda sebagai Agen Perubahan Demokrasi di Indonesia

JOGJAEKSPRES.COM – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) DIY menggelar pendidikan politik yang diikuti oleh para pemuda, Kamis (6/4/2024) di Prima Inn Hotel Malioboro.

Dalam pendidikan politik yang mengambil tema “Peran Pemuda Mengantisipasi Politik Identitas dan Hoax Menjelang Pemilu 2024” Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Badan Kesbangpol DIY, Bagas Senoadji, yang dalam kesempatan itu membacakan sambutan Kepala Badan Kesbangpol DIY, Dewo Isnu Broto Imam Santoso mengatakan, pendidikan politik adalah proses pembelajaran dan pemahaman tentang hak dan tanggungjawab setiap warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pendidikan politik memiliki peranan penting untuk memperkuat konsolidasi demokrasi Indonesia,” ujar Bagas.

Apabila dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam kehidupan berdemokrasi, masih kata Bagas tentunya akan berbanding lurus dengan meningkatnya kedewasaan dan membangun karakter bangsa untuk memelihara persatuan dan kesatuan bangsa.

Komisioner Bawaslu DIY, Bayu Mardinta Kurniawan pada pendidikan politik tersebut menyebut peran strategis pemuda dalam pengawasan partisipatif Pemilu 2024.

“Peran pemuda dalam penyelenggaraan demokrasi adalah sebagai penentu masa depan demokrasi, ketidakpuasan dan perubahan perlu dikawal dengan partisipasi, bukan dengan apatisme, nalar kritis suara muda mempunyai bargain position dalam kekuasaan (keputusan politik), dan juga sebagai agen perubahan, pemuda harus mendobrak demokrasi transaksional ke arah yang lebih programatik (gagasan),” kata Bayu.

Ditambahkan Bayu, selain menjadi pemilih maupun penyelenggara, kanal partisipasi pemuda perlu didorong aktif melalui pengawasan partisipatif.

“Pentingnya pengawasan partisipatif dalam konteks penyelenggaraan pemilu adalah mereduksi potensi konflik, menghindari krisis kepercayaan masyarakat. Dalam dimensi demokrasi sebagai mekanisme kontrol dari kewenangan absolut, menghindari apatisme publik terhadap demokrasi, konteks masa depan bangsa, menjaga kapasitas pemimpin yang berkualitas, mendorong orientasi calon pemimpin bangsa pada pembangunan demokrasi (Polisosbudhankam) dan lingkungan,” jelas Bayu.

Koordinator Wilayah FL2MI DIY, Benediktus SN Sanan pada kesempatan yang sama mengatakan, memasuki tahun politik nasional, Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia DIY mendorong partisipasi aktif dari pemuda untuk menciptakan pemilu dan pilkada serentak tahun 2024 yang kondusif dan berkualitas untuk menjawab tantangan pemuda, FL2MI menyelenggarakan kegiatan sekolah pemilu dan pendidikan politik.

“Sekolah politik ini juga sebagai terobosan menuju perbaikan-perbaikan yang lebih progresif, nantinya melalui sekolah politik ini kita dapat menyusun langkah-langkah strategis dan mewujudkan perubahan bersama menyongsong Pemilu 2024,” kata Benediktus.

Pada kesempatan ini, Benediktus menegaskan, pihaknya FL2MI DIY akan mengawal perbaikan kualitas demokrasi dalam pemilu 2024 dengan perhatian utama terhadap jaminan hak pemilih bagi mahasiswa di Provinsi DIY bagi calon Presiden/Wakil Presiden dan legislatifnya.

“Hal ini dilakukan agar para mahasiswa luar daerah tetap dapat memilih wakil rakyatnya meskipun mereka berada di daerah rantau dan mendorong agar tercapainya kejelasan dari TPS khusus di kampus dengan mempertimbangkan semua aspek yang ada,” kata Benediktus.

Acara pendidikan politik tersebut diisi pula paparan dari Ken Zachary dari Mafindo Komisariat UIN SUKA terkait hoax menjelang pemilu 2024, dan juga sambutan dari Fajar Wahyu Gumelar dari Jaringan Aktivis Demokrasi Indonesia. (bra)

Berita terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER

KOMENTAR TERBARU