Selasa, Februari 27, 2024
BerandaNasionalEko Suwanto : DIY Punya Pendidikan Pancasila, Bali Miliki Pergub Bulan Bung...

Eko Suwanto : DIY Punya Pendidikan Pancasila, Bali Miliki Pergub Bulan Bung Karno

JOGJAEKSPRES.COM – Melalui jalan kebudayaan, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pemda Bali memiliki semangat yang sama dalam upaya menggelorakan ideologi Pancasila dalam kehidupan kebangsaan.

Salah satu jalan implementasinya adalah melalui langkah nyata pelaksanaan Pendidikan Pancasila dalam momen Bulan Bung Karno lewat beragam kegiatan bernuansa kebudayaan yang khas di masing-masing daerah.

“DIY memiliki Perda Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dan selama Bulan Bung Karno kita gelar sejumlah kegiatan untuk membumikan Pancasila dalam hati dan pikiran kita semua. Bali, punya Pergub untuk jalankan pendidikan Pancasila. Kita saling belajar dan berdialog agar ke depan Bali juga punya peraturan daerah Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan,” ujar Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY, Senin 3 Juli 2023.

Sesuai agenda dalam dialog Komisi A DPRD DIY bersama dengan Gubernur Bali, ada sejumlah pokok pikiran terutama keinginan untuk memperkuat semangat dan menggelorakan Pancasila dalam praktek nyata pemerintahan dan kehidupan keseharian masyarakat.

Sedianya dalam pertemuan tersebut bisa menghadirkan Gubernur Bali, I Wayan Koster, namun karena ada agenda bersama DPRD Bali rombongan Komisi A DPRD DIY diterima oleh Drs.I Wayan Budiasa , M. Si, Kepala Biro Umum dan Protokol Setda Provinsi Bali.

“Secara khusus, pimpinan dan seluruh anggota Komisi A DPRD DIY, sejatinya ingin berkomunikasi dengan Gubernur Bali, tapi beliau ternyata rapat paripurna bersama DPRD. Agenda kunjungan ke Bali bertujuan untuk berdiskusi dengan Gubernur Bali soal pembangunan semesta berencana, juga soal pelaksanaan Bulan Bung Karno di Bali,” kata poilitisi PDI Perjuangan ini

Dijelaskan dalam paparan dialog, bahwa DIY ada Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang sekarang sudah berjalan dan dilaksanakan. Sementara itu, urusan pelaksanaan Bulan Bung Karno di Bali melalui dasar peraturan gubernur.

Eko Suwanto menyebutkan adanya Pergub Bulan Bung Karno di Bali, sangat menarik, ini menunjukan ada komitmen bersama ajarkan Pancasila sekaligus menghargai dan menghormati Bulan Bung Karno. Di DIY, peringatan hari lahir Pancasila, rangkaian sampai 17 Agustus, salah satu yang khusus, peringatan hari lahir Pancasila pada 1Juni.

“Kita selama ini sudah napak tilas menghikmati Bung Karno dan pemikiran kebangsaannya ke Surabaya, Blitar, Ngawi, Bandung juga ke Bali, termasuk lakukan diskusi Pemkot Blitar soal Grebeg Pancasila dan Bulan Bung Karno. Secara umum, kita ingin tahu agaimana praktek Pancasila dan bulan Bung Karno, gambaran seperti apa dilaksakan di Bali. Seperti diketahui bersama, saat ini telah ada haluan pembangunan Bali seratus tahun, dengan 100 tahun semesta berencana,” jelasnya.

Kabid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, Kesbangpol Bali, Komang menjelaskan Bulan Bung Karno dalam pelaksanaannya oleh Pemda Bali berdasarkan Pergub Nomor 19/2019 yang diterbitkan oleh I Wayan Koster, Gubernur Bali pada 18 Juni 2019.

Pemda Bali ingin memastikan bahwa ada keinginan membumikan pemikiran Bung Karno, selama satu bulan penuh, yang dalam pembukaan hadirkan 10 ribu masyarakat.

Bulan Bung Karno dibuka, ditampilkan kebudayaan, tari terinspirasi dari pemikiran Bung Karno. Ada SE untuk pelaksanaan teknis Bulan Bung Karno yaitu surat edaran nomor 1549 tentang Bulan Bung Karno ke-5 tahun ini, pelaksanaan teknis hampir di tiap desa dan kelurahan dengan dilaporkan ke pemda dan Gubernur.

“Pembiayaan keroyokan tapi gotong royong di support seluruh perangkat daerah. Ada kegiatan kebudayaan, ilmiah dan kegiatan lomba bulan Bung Karno. Lomba diikuti berbagai lapisan masyarakat. Ada Kabid Kesbangpol, ada gambaran utuh, konser Bakti Sukarno, di tiap kabupaten/kota Bali. Saat penutupan pada 30 Juni kemarin, di kabupaten Bangli dihadiri ribuan masyarakat, ada artis dan film tentang Bung Karno, agar masyarakat bisa belajar lagi pemikiran Bung Karno oleh masyarakat luas,” terang Komang.

Sebelumnya, ada pra kegiatan sejak Maret, di Kesbangpol sejumlah kegiatan sosialisasi yang dihadiri rakyat, OPD, dunia usaha pendidikan, media massa.

Puncak Bulan Bung Karno di Bali, dimeriahkan dengan orkestra kebudayaan, baca puisi, menyanyi dan lain-lain. Ada Konser Bakti Sukarno di Klungkung, yang ke depan dirancang jadi pusat kebudayaan Bali. Fokus tahun depan dimulai dari Klungkung. Lalu di 21 Juni, ziarah ke makam Bung Karno. Ada juga seminar nasional, ratusan orang hadir khusus bahas bagaimana kelola laut, sama seperti luasnya Pancasila dan dalam seperti bumi nusantara.

Lomba sejak April-Mei, lomba pidato, baca berita dan dokumenter. Ada Ormas, media dan banyak unsur masyarakat turut serta. Juara, mahasiswa, sekolah, ormas dan media

Drs.I Wayan Budiasa , M. Si, Kepala Biro Umum dan Protokol Setda Provinsi Bali menyampaikan rasa terima kasih, ada kesempatan untuk berwisata ke Bali. Termasuk melakukan dialog bersama Pemda Bali.

“Terimakasih berwisata ke Bali. Beberapa waktu ke belakang ada pencanangan kegiatan pariwisata berkualitas, bukan sekedar mass tourism,” tuturnya.

Gubernur Bali I Wayan Koster kini tengah paripurna berkaitan dengan Bali era baru 100 tahun yaitu mulai tahun 2025 -2125.

I Wayan Budiasa jelaskan selama ini ada fakta wisata luar yang tidak sesuai budaya Bali. Guna antisipasi hal tersebut, harus ada tindakan tegas berkaitan dengan agenda, benteng budaya dari gempuran budaya luar, membumi pemikiran Bung Karno sampai desa dan kelurahan.

“Kalau soal anggaran kita gotong royong, bisa dari pemda Bali karena ada Pergub dan dilaksanakan dengan pelibatan penuh peran masyarakat dan desa adat, pengimplementasian pemikiran Bung Karno lewat jalan kebudayaan kita ajak juga anak muda, dalam agenda utama di bulan Bung Karno,” katanya.

Diakui, selama masa pelaksanaan Bulan Bung Karno sangat besar animo masyarakat utamanya kala digelar Konser Bakti Sukarno yang dihadiri banyak anak muda belasan ribu di Bangli. Acara berlangsung cukup semarak meski hujan deras, dengan agenda ada pemutaran film sejarah pemikiran Bung Karno.

“Acara berbasis budaya dalam pelaksanaan Bulan Bung Karno, bukan saja hadirkan hiburan tapi ada juga pemutaran film berkaitan sejarah pemikiran Bung Karno. Bali adalah magnet bagi dunia dan disoroti banyak pihak. Kegiatan yang dilaksanakan di Bali secara keseluruhan berkaitan Bulan Bung Karno berjalan baik. Ada banyak pemda yang belajar ke Bali, diskusi soal bagaimana pendanaan dengan pergub dan gotongroyong dalam pelaksanaan,” pungkasnya. (rls/arf)

Berita terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER

KOMENTAR TERBARU