JOGJAEKSPRES.COM – Sebuah hotel di Solo belum lama ini dikagetkan dengan tagihan hak siar lisensi penayangan pertandingan sepakbola.
Padahal hotel yang ditagih bukan karena menggelar nobar, melainkan karena ada tamu yang diam-diam nobar di dalam kamar. Kegiatan ini pun, ditagih hingga ratusan juta rupiah.
Humas Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo, Wening Damayanti, menceritakan, peristiwa itu pernah menimpa sebuah hotel di Solo.
BACA JUGA: 45 Hotel dan Restoran di DIY Lakukan Pengurangan Jam Kerja Karyawan, PHRI: Diambang PHK
Hotel itu memang menyediakan fasilitas televisi kamar lengkap dengan siaran sepakbola. Tiba-tiba saja, datang tagihan. Dalam tagihan, disebutkan ada tamu yang menggelar nobar di dalam kamar yang dia sewa.
Anehnya, apa yang terjadi di dalam kamar, yang seharusnya sangat privasi, bisa diketahui pihak pemilik lisensi tayangan bola.
“Hotel tidak menyelenggarakan nobar, tapi tv di kamar itu ada channel (tayangan bola). Lalu ada mystery guest, ada fakta dan data. Ya sudah hotel itu harus membayar ratusan juta,” kata Wening, Rabu (27/8/2025).
Cerita-cerita seperti ini pada akhirnya membuat kapok pengelola hotel. Itulah mengapa, kebanyakan hotel di Solo sampai menghapus fasilitas akses saluran olahraga khususnya sepak bola di dalam kamar.
“Bahkan di kamar hotel itupun kami (pengelola hotel) tidak berani.
Di kamar itu saluran sepak bolanya saya matikan, supaya tidak tamu nonbar atau nonton bola di kamar.
BACA JUGA: Ini Harapan PHRI Sleman pada Pemerintahan yang Baru
Jadi itu semua kami sudah tahu, baik hotel maupun restoran. Karena memang lisensinya itu berbayar,” lanjutnya. (*)
Dapatkan berita menarik lainnya dengan mengikuti saluran kami