JOGJAEKSPRES.COM – Buku “Media & Islam Berkemajuan: Perjalanan dan Pemikiran Jurnalis Islam Lintas Generasi” karya Roni Tabroni diluncurkan Rabu (13/8/2025) di Grha Suara Muhammadiyah, Notoprajan, Yogyakarta.
Kegiatan ini dihadiri oleh Dirut PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah Deni Asy’ari; Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah Prof Dr Muchlas, MT; Ketum PP Tapak Suci Putra Muhammadiyah Afnan Hadikusumo; Pemred Harian KR Octo Lampito dan Redpel SM Isngadi Marwah Atmadja.
Pada kesempatan itu Muchlas sangat senang diluncurkannya buku karya Roni.
BACA JUGA: Perjalanan dan Pemikiran Jurnalis Islam Lintas Generasi melalui Suara Muhammadiyah
“Buku ini sangat layak dan penting untuk dibaca,” kata Muchlas.
Bagi Muchlas, buku tersebut sebagai spirit bagi media Islam menjadi ijtihad intelektual.
“Sangat menarik dan baik,” imbuh Muchlas.
BACA JUGA: Terkait Pelaksanaan Pemilu 2024, PP Aisyiyah: Masih Membutuhkan Upaya Keras Wujudkan Pemilu Inklusif
Disampaikan Deni, kegiatan tersebut sebagai kado milad ke-110 Suara Muhammadiyah, majalah Islam tertua di Indonesia.
“Sekaligus sebagai Hari Pers Muhammadiyah,” katanya.
Ia menambahkan, media menjadi pembentuk struktur sosial. Media Islam tidak hanya berdimensi pers. “Tapi ada dimensi mujadid, muwahid dan mujtahid,” tandasnya.
BACA JUGA::Dukung Ekosistem Digital, SATUMU: Langkah Strategis Muhammadiyah Menuju Integrasi Digital Nasional
Melalui buku tersebut menjadi legitimasi dari jawaban kebertahanan Suara Muhammadiyah melampaui 1 abad.
Suara Muhammadiyah hadir tidak sekadar berdimensi pers, tapi berperan sebagai dimensi mujadid (pembaharu), muwahid (pemersatu) dan mujtahid (pejuang).
Dalam buku tersebut disebutkan tokoh-tokoh yang bergerak dalam bidang literasi dan pers: Hamka, H Fachrodin, Ahmad Syafii Maarif dan Haedar Nashir.
BACA JUGA: Melalui Program Qurbanmu, Muhammadiyah Ajak Umat untuk Bahagiakan Sesama
Mereka ditampilkan dalam buku agar menjadi narasi untuk ditulis dan diulas yang menarik lagi. Jadi idak hanya berbicara tentang keagamaan, tapi juga soal kemanusiaan secara global.
Buku karya Roni Tabroni diharapkan bisa memperkuat dan memberikan alasan tentang lahirnya Majalah Suara Muhammadiyah pada 1915. Dan Suara Muhammadiyah tidak sekadar pers, tapi media literasi.
Selain itu, melalui buku tersebut menjadi inspirasi dan motivasi dalam aspek bisnis yang dijalankan Suara Muhammadiyah sebagai syiar Islam berkemajuan.
BACA JUGA: Milad ke-102, RS PKU Muhammadiyah Tingkatkan Kualitas
Disampaikan Roni, buku tersebut tidak tiba-tiba muncul. “Tapi lahir dengan tujuan melawan narasi umum yang acapkali mempersepsikan media mainstream yang menafikkan aspek keagamaan,” katanya.
Menyoal tokoh-tokoh yang ada dalam buku tersebut, kata Roni, karena sangat luar biasa.
“Mereka bergerak di dunia pers sebagai inspirasi dan penggagas Islam agama yang memiliki pencerahan,” kata Roni.
BACA JUGA: Muhammadiyah Ucapkan Selamat Harlah ke 102 Nahdlatul Ulama
Media Islam tidak hanya memiliki fungsi menyampaikan informasi dan mendidik masyarakat, juga berperan dalam pembangunan bangsa dan negara. (fan)
Dapatkan berita menarik lainnya dengan mengikuti saluran kami