JOGJAEKSPRES.COM – Dalam rangka menguatkan UMKM berbasis Kopi, Dinas Pertanian dan Pangan (Dipertapa) Kabupaten Kulon Progo menggelar Festival Kopi 2025, di Alun-alun Wates, Sabtu (23/8/2025).
Festival Kopi Kulon Progo 2025 dilaksanakan bersinergi dengan 17 pelaku usaha kopi, 13 KWT, dan UMKM, Binaan Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kulon Progo.
Pada kesempatan ini juga disediakannya 1.000 cup kopi yang bisa dinikmati masyarakat secara cuma-cuma. Selain sajian kopi gratis juga digelar Ngobrol Bareng bersama Bupati Kulon Progo, Paniradya Pati DIY dan Pemerhati Kopi.
Kepala Dipertapa Kabupaten Kulon Progo, Drajat Purbadi menyampaikan, pihaknya berupaya untuk menguatkan potensi kopi sekaligus memperkenalkannya agar lebih dikenal luas oleh masyarakat.
BACA JUGA: Bupati Kulon Progo Sambut dan Lepas Ratusan Peserta Gowes J150K di Rumah Dinas
“Tentunya tujuannya untuk mengenalkan kopi. Di Festival ini kami juga melaunching kopi menoreh,” ujar Drajat Purbadi.
Dikatakan Drajat, kedepannya Pemkab Kulon Progo akan berupaya mengekspor kopi, oleh karenanya diperlukan kopi dalam jumlah yang banyak.
“Jadi dalam festival ini dikumpulkan pengusaha Kopi. Harapan ke depannya bisa bersatu untuk dibranding Kopi Menoreh yang nanti akan dilaunching juga logonya. Kalau pasar domestik dalam negeri silahkan pakai brandnya sendiri-sendiri, Tapi kalau ketika nanti kita mau ekspor harapannya ini kita dalam satu branding,” ujar Drajat.
Drajat menjelaskan, produksi kopi Kulon Progo cukup baik dengan hasil mencapai 1,2 Ton per hektar lahan. Selanjutnya dalam perkembangan diversifikasi komoditas kopi, juga telah terwujud pengolahan dan pemasaran kopi dengan melibatkan kelompok tani dan pelaku usaha kopi binaan.
Menurutnya, pengembangan komoditas kopi Kulon Progo akan terus dilaksanakan. Tidak hanya dari dana kestimewaan, juga mengandalkan APBN.
Bahkan pada tahun ini, Kulon Progo mendapatkan program dari Dirjen Perkebunan sebesar Rp4,4 miliar untuk revitalisasi kopi dan kelapa. Selain itu Kulon Progo juga mendapat bantuan 30 ribu bibit kopi dari Bank BPD DIY.
“Dengan semangat yang luar biasa kami berupaya melaksanakan budidaya kopi, khususnya di daerah perbukitan Menoreh dengan varietas Robusta dan Arabica. Kami berharap Kopi Menoreh menjadi komoditas unggulan dan dapat menembus pangsa pasar luar negeri,” pungkasnya.
Sementara Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan mengatakan, komoditas kopi Kulon Progo akan direvitalisasi. Selain itu Kulon Progo juga mendapatkan dana penguatan irigasi senilai Rp233 Miliar.
BACA JUGA: Taekwondo Dojang Saemaul Tampil di Nanggulan Kulon Progo
Sementara untuk Sarana Produksi Pertanian, Kulon Progo memperoleh dengan jumlah yang cukup banyak.
“Insyaallah kedepannya akan terus ditambah agar Kulon Progo meningkat ketahanan pangannya,” ujar Agung.
Bekerjasama dengan beberapa pihak, sejumlah komoditas tanaman akan diupayakan mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual. Salah satunya adalah Kelapa Bojong Bulat dan Kemukus. Selain itu juga ada Kopi, Kakao dan Padi Menor.
“Saya merasakan satu kegairahan yang mulai muncul kembali. Optimisme muncul dari saudara-saudara pelaku perkopian di Kulon Progo, dan ini harus terus dikembangkan dan Insya Allah kita akan menemukan satu titik terang, harapan yang lebih baik ke depan tentang perkopian di Kulon Progo dan semuanya harus tetap semangat dan membangun optimisme bersama,” tutup Agung. (*/wdy)
Dapatkan berita menarik lainnya dengan mengikuti saluran kami