JOGJAEKSPRES.COM – SD Muhammadiyah Pulokadang menggelar kegiatan penyuluhan antikorupsi bagi peserta didik, Kamis 14 Agustus 2025, dengan menghadirkan Suyitno, dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sekaligus Penyuluh Antikorupsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kegiatan ini bertujuan menanamkan semangat integritas dan menumbuhkan kesadaran antikorupsi sejak usia sekolah dasar.
Dalam pemaparannya, Suyitno memperkenalkan sembilan nilai antikorupsi yang meliputi: kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, keberanian, dan keadilan.
Ia juga mencontohkan tokoh-tokoh integritas nasional yang menjadi inspirasi untuk berperilaku jujur dan menolak segala bentuk korupsi.
“Pendidikan antikorupsi perlu dimulai sejak dini, karena nilai-nilai integritas adalah bekal untuk menjadi generasi yang bersih, berani, dan berakhlak mulia,” tegas Suyitno dihadapan para siswa.
Kepala SD Muhammadiyah Pulokadang, Agra Puspa Sanjaya menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Suyitno dan tim atas penyuluhan ini. Anak-anak mendapatkan pemahaman penting tentang kejujuran dan sikap antikorupsi, yang tentu bermanfaat bagi pembentukan karakter mereka,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari mahasiswa UAD yang sedang melaksanakan praktik lapangan di sekolah tersebut. Mereka membantu mengajak siswa tepuk antikorupsi disertai video-video menarik.
Dengan adanya penyuluhan ini, SD Muhammadiyah Pulokadang berharap dapat menjadi salah satu sekolah pelopor pendidikan karakter dan antikorupsi di Bantul, sekaligus membentuk generasi muda yang cerdas, berintegritas, dan berkontribusi positif bagi bangsa. (*/fan)