Jumat, April 4, 2025
BerandaEkonomi BisnisDonal Trump Umumkan Tarif Baru Impor ke AS, Ini Negara yang Berdampak...

Donal Trump Umumkan Tarif Baru Impor ke AS, Ini Negara yang Berdampak Ringan

JOGJAEKSPRES.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya mengumumkan kebijakan tarif baru untuk semua impor ke AS pada Rabu (2/4/2025) waktu setempat atau Kamis (3/4/2025) pagi waktu Indonesia.

Trump menetapkan tarif dasar 10 persen untuk impor dari semua negara. Ia kemudian merilis daftar tarif untuk ratusan negara dengan besaran yang beragam sesuai hambatan masing-masing.

Di antara daftar itu, terdapat sejumlah negara yang kenaikan tarifnya lebih kecil dari negara lain.

Sebut saja negara-negara besar, seperti Australia, Inggris, Brasil, dan Singapura yang semuanya akan terkena tarif minimum sebesar 10 persen.

Menurut data dan penjelasan Gedung Putih, tarif yang diterapkan itu menyesuaikan penghambat perdagangan AS dari negara tersebut.

Keempat negara itu dinilai menetapkan ‘tarif’ sebesar 10 persen kepada Amerika Serikat, sehingga Gedung Putih memasang tarif timbal balik dengan nilai serupa.

Di samping empat negara besar itu, ada pula negara-negara dari berbagai wilayah yang kena dampak ringan karena hanya dikenakan tarif 10 persen.

Beberapa di antaranya, yakni Chile, Turki, Kolombia, Peru, Kosta Rika, Selandia Baru, El Salvador, Trinidad dan Tobago, Argentina, Ekuador, Guatemala, Uruguay, Bahamas, Ukraina, Honduras, hingga Republik Dominika.

Kemudian, ada pula negara-negara Asia dan Afrika, seperti Mesir, Arab Saudi, Uni Arab Emirat, Maroko, Oman, Bahrain, Qatar, Kenya, Ghana, Ethiopia, Lebanon, Senegal, hingga Azerbaijan.

Sementara itu, Gedung Putih memastikan tarif untuk semua impor berlaku mulai 5 April 2025.

Trump juga mengkonfirmasi bahwa mulai tengah malam di Washington, tarif 25 persen akan dikenakan pada semua mobil asing yang diimpor ke AS.

Trump juga mengumumkan keadaan darurat ekonomi nasional untuk meluncurkan tarif, yang diharapkan menghasilkan pendapatan tahunan ratusan miliar.

Ia telah berjanji bahwa pekerjaan pabrik akan kembali ke Amerika Serikat sebagai akibat dari pajak tersebut.

Namun, kebijakannya berisiko menyebabkan perlambatan ekonomi mendadak karena konsumen dan bisnis dapat menghadapi kenaikan harga yang tajam untuk mobil, pakaian, dan barang-barang lainnya. (*)

Berita terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER

KOMENTAR TERBARU