Senin, September 1, 2025
BerandaBantulKomisi D DPRD DIY Dorong Optimalisasi Situs Kauman Pleret Bantul sebagai Wisata...

Komisi D DPRD DIY Dorong Optimalisasi Situs Kauman Pleret Bantul sebagai Wisata Budaya dan Religi

JOGJAEKSPRES.COM – Komisi D DPRD DIY melakukan kunjungan kerja ke Situs Cagar Budaya Kauman Pleret, Bantul pada Kamis, 10 Juli 2025.

Ketua Komisi D DPRD DIY, RB Dwi Wahyu mengungkapkan, kunjungan ini untuk monitoring terkait penataan cagar budaya Situs Kauman Pleret sebagai poros Mataram Islam.

“Jadi kunjungan hari ini kita ke situs Masjid Pleret. Karena ini masuk rumpun kebudayaan. Pembangunannya pasti kan pakai danais jadi kami ingin melihat keadaannya,” ujar RB Dwi disela-sela kunjungan kerjanya.

Pihaknya mendorong optimalisasi pengembangan situs-situs budaya sebagai wisata budaya dan religi salah satunya cagar budaya Situs Kauman Pleret.

“Saya pingin situs-situs yang ditemukan itu harus ditidaklanjuti dengan konsep bagaimana situs-situs ini tidak hanya sekedar mengetahui peninggalan,” ungkapnya.

“Tetapi bagaimana ini juga salah satu pemberdayaan ekonomi. Maka situs-situs yang seperti ini harus dikonsep beda, pasti konsepnya pariwisata berbasis budaya,” imbuhnya.

Pengembangan pariwisata situs cagar budaya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Tapi sekali lagi harapan kami ini harus tidak lanjuti konsep pariwisata, supaya nanti di sekitar ini juga akan tumbuh perekonomian di masyarakat,” terangnya.

Diakui RB Dwi, dibutuhkan manajemen tata kelola yang baik supaya kawasan cagar budaya ini menjadi daya tarik pariwisata karena segmennya yang berbeda.

“Selain dari sekolah, dari kelembagaan pendidikan, peneliti-peneliti di luar negeri sebetulnya ini menjadi daya tarik luar biasa selain Borobudur dan Prambanan,” katanya.

Menurutnya, sebetulnya di DIY ini banyak situs-situs yang pantas untuk diteliti. Namun tentu memerlukan anggaran yang besar.

“Maka ya, kita berdoa. Semoga penghantaran RAPBN di Agustus besok dana keistimewaan kita bisa naik atau minimal kembali ke 1,432 triliun harapan kami. Supaya kami bisa menemukan situs-situs yang harus kita rawat,” katanya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai berharap ada pengembangan lanjutan ekskavasi Situs Kauman Pleret ini.

Situs Cagar Budaya Kauman Pleret ini menjadi penting karena merupakan bagian sejarah dimulainya Yogyakarta.

“Jadi kita sebagai orang Jawa, orang Jogja ya, kita melihat Jogja ini sejarahnya dimulai juga di Pleret ini, di Kota Gede, juga di Kerto. Jadi zamannya Sultan Agung kan di Kerto,” katanya.

“Nah, di sini itu putranya Amangkurat 1 berpindah ke Pleret ini. Dan dari kunjungan ini kan kita melihat fakta-fakta sejarah bahwa masjid ini dibangun di zaman Amangkurat I, dan setelah penyerangan Trunojoyo rumah-rumah pangeran dibakar tapi tidak masjid ini,” lanjutnya.

“Tapi mungkin ini digunakan juga di era kolonialisme karena hubungannya dengan ekonomi yaitu sokonya kan juga besar apa diameternya 70 dan juga bata-batanya kan dipakai untuk pabrik gula. Disini juga ditemukan keris yang kemudian jadi koleksi di Museum Pleret,” urai Anton Prabu.

Senada dengan RB Dwi, Anton berharap pengembangan cagar budaya Situs Kauman Pleret ini sebagai potensi wisata budaya dilengkapi narasi sejarah yang runtut.

“Ada potensi untuk dijadikan tempat pariwisata budaya. Dilengkapi penulisan sejarah secara runtut karena orang tidak banyak juga yang tahu tentang sejarah masjid ini. Jadi memang kita perlu menambahkan narasi di cerita, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Pengembangan wisata pendidikan, budaya, dan religi secara optimal akan menambah alternatif wisata budaya dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di DIY.

“Jadi banyak objek-objek wisata ini perlu dikembangkan karena kalau hanya melihat Keraton, Water Castle, terus Prambanan, Borobudur selesai sehari,” ucapnya.

“Tapi kalau ada tempat-tempat yang memang potensinya diangkat lagi, mungkin di sini juga kita bisa munculkan miniatur Kraton Pleret zaman dulu atau Kraton di Kerto, nah itu mungkin bisa menambah menambah length of stay untuk pariwisata,” terang Anton.

Pengembangan kawasan juga melibatkan masyarakat sekitar untuk membuka sarana pendukung guest house, kuliner dan lain sebagainya.

“Mungkin juga kalau di sini dibikin guest house-guest house warga diberi edukasi juga kan orang bisa tinggal di sini. Dan juga nanti kalau dari sisi keagamaan di sini bisa untuk pondok pesantren untuk orang nyantriklah kira-kira begitu,” tuturnya.

Kepala Bidang Warisan Budaya Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dwi Agung Herianto menjelaskan, ekskavasi situs Masjid Pleret sudah mulai sejak di 2003-2004, kemudian diteruskan sampai pengatapan sekitar sebelum pandemi.

Rekonstruksi sulit dilakukan karena data dan bahan yang tersisa sangat minim.

“Karena memang datanya sudah sangat minim, tinggal beberapa ompak ini dan untuk rekonstruksi selanjutnya sangat tergantung dari data yang ada,” jelasnya.

“Paling ada di pagar yang di sebelah utara itu mungkin masih memungkinkan untuk kita rekonstruksi lagi. Tapi kalau untuk yang lain saya kira agak berat karena memang bahannya sudah hilang,” imbuhnya.

Peluang yang mungkin dilakukan menyusun narasi sejarah yang benar untuk pengetahuan di masa depan.

“Mungkin narasinya yang akan kita perbaiki untuk untuk bahan pendidikan atau adik-adik kita pelajar dan mungkin di generasi yang akan datang,” katanya.

“Yang penting narasi-narasi sejarah itu ya kita luruskan dan kita perbaiki untuk mengkomunikasikan dengan generasi yang akan datang,” pungkasnya.

Sesuai keterangan di kawasan Situs Cagar Budaya Situs Kauman Pleret ditetapkan melalui SK Gubernur sejak tahun 2019.

Dalam situs ini terdapat tinggalan sisa bangunan masjid yang dikenal dengan Masjid Agung Pleret.

Masjid Agung Pleret dalam Babad Momana disebut Juga sebagai Masjid Ageng atau Masjid Ngeksiganda sebagai Masjid Kerajaan Mataram di Pleret.

Dalam Babad Momana dijelaskan bahwa setelah tiga tahun Sunan Amangkurat I naik takhta, beliau mendirikan Masjid Kauman Pleret. (wdy)

Dapatkan berita menarik lainnya dengan mengikuti saluran kami

Berita terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER

KOMENTAR TERBARU