Senin, April 15, 2024
BerandaJogjakartaJelang Nataru, Stok Kebutuhan Bahan Pokok di Kota Yogyakarta Dipastikan Aman

Jelang Nataru, Stok Kebutuhan Bahan Pokok di Kota Yogyakarta Dipastikan Aman

JOGJAEKSPRES.COM – Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta memastikan ketersediaan kebutuhan pokok di Kota Yogyakarta jelang libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) tersedia cukup alias aman.

Diakui Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi, stok kebutuhan bahan pokok terutama beras dipastikan tersedia cukup, karena sejauh ini suplainya sudah melebiho dari angka kebutuhan konsumsi masyarakat di Kota Yogyakarta.

“Seluruh stok pangan seperti beras, gula pasir, dan telur ayam tersedia dan memadai sampai akhir tahun,” ujar Sukidi, Selasa, 14 November 2023.

Baca Juga: Pemkot Yogyakarta Siapkan 2.000 Vaksin Rabies di 13 Klinik

Dipaparkan Sukidi, untuk cadangan beras sampai 2023 sudah terhimpun 65,05 ton yang disimpan bekerjasama dengan PT Tarumartani.

“Sehingga stok ketersediaan pangan di Kota Yogyakarta sampai akhir tahun nanti cukup dan memadai,” katanya.

Bahkan, tambah Sukidi, suplai beras hingga kini sudah melebihi angka rata-rata kebutuhan pangan di Kota Yogyakarta, sehingga stok tidak akan terkendala.

Baca Juga: Pemkot Yogyakarta Buka Kembali Sebagian Depo Sampah di Wilayah

“Kebutuhan beras di Kota Yogyakarta dalam satu minggu mencapai 1.164 ton, sedangkan suplai beras berada di kisaran 1.504 ton,” jelas Sukidi.

Kembali disampaikan Sukidi, cadangan beras yang dimiliki Kota Yogyakarta hingga kini belum digunakan, karena skema pemanfaatannya ketika kondisi kritis. Sesuai dengan peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 22 Tahun 2019 tentang cadangan beras Pemkot Yogyakarta.

“Misalnya terjadi bencana alam dan rawan pangan kronis karena kemiskinan, maka cadangan beras Pemkot Yogyakarta dapat digunakan,” katanya.

Baca Juga: Pemkot Yogyakarta Akan Menggelar Jogja Agro Expo di Sub Raiser Ikan Hias

Sementara, untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan pangan, Pemkot Yogyakarta menjalin kerjasama dengan beberapa daerah.

“Misalnya kerjasama dengan Klaten, Sukoharjo dan Purworejo untuk alokasi beras. Kemudian Sleman dan Bantul untuk komoditas bawang merah, telur, daging ayam, dan cabai,” katanya.

Hal itu dilakukan, karena Kota Yogyakarta hanya memiliki 25 hektar sawah dengan luasan yang kecil-kecil.

Baca Juga: Pemkot Yogyakarta Bantu Warga Lunasi Tunggakan Rumah Sakit

“Makanya untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, yang bisa kita lakukan dengan bekerjasama dengan daerah-daerah penyangga,” pungkasnya. (bra)

Berita terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER

KOMENTAR TERBARU