Selasa, Februari 27, 2024
BerandaJogjakartaJelang Dilantik, DPRD Minta Gubernur Dan Wagub DIY Kerja Keras dan Kerja...

Jelang Dilantik, DPRD Minta Gubernur Dan Wagub DIY Kerja Keras dan Kerja Cepat Demi Rakyat

JOGJAEKSPRES.COM – Sri Sultan Hamengku Buwono X dan KGPAA Pakualam X yang telah ditetapkan oleh DPRD DIY pada 9 Agustus 2022 sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY periode 2022 – 2027 akan dilantik pada 10 Oktober 2022 di Jakarta. Kedua pemimpin tersebut diminta harus segera bekerja keras dan cepat untuk menjalankan kebijakan pembangunan guna mengatasi problem kemiskinan, ketimpangan dan dampak pandemi COVID-19.

Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY menegaskan hal tersebut jelang prosesi pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta.

“Pemda DIY jelas harus kerja keras, kerja cepat atasi problem kemiskinan, pengangguran. Pemda harus bisa membahagiakan hatinya rakyat,” kata Eko, Jumat (7/10/2022).

Secara khusus, pemda DIY diharapkan juga memberikan perhatian lebih ke daerah perbatasan terutama di sektor infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.

“Pemda DIY sudah memiliki peraturan daerah nomor 3/2020 tentang pembangunan daerah perbatasan. Ke depan didorong kerjasama dengan daerah lain, mohon doanya, saat ini sedang berjalan pansus kerjasama. Keberadaan pihak ketiga maupun pemda lain juga luar negeri penting, pembangunan butuh dukungan anggaran yang memadai,” kata Eko.

Sesuai dengan Perda DIY Nomor 3/2020, tentang pembangunan wilayah perbatasan di DIY disebutkan sudah dua tahun ditetapkan. Ada tiga hal utama yang bisa jadi prioritas pembangunan yaitu infrastruktur, kesehatan dan pendidikan.

Akses terhadap kesehatan bagi masyarakat dan warga di wilayah perbatasan juga penting ditingkatkan agar mereka tak terlalu jauh-jauh ke kota untuk mendapatkan pelayanan publik.

“Bagaimana layanan kesehatan di Samigaluh -Gedangsari, Tegalsari, Karangmojo dan seterusnya. RS tipe D atau C bisa diwujudkan misalnya. Saat ada yang sakit tidak perlu jauh-jauh, ada dokter speaialis, ibu mengandung bisa segera ditangani,” kata Eko.

Untuk pembangunan infrastruktur jalan di perbatasan yang belum bagus, akses infrastruktur jalan antar wilayah penting. Termasuk pembangunan infrastruktur jalan di kawasan rawan bencana selection di Gedangsari berbatasan dengan Gantiwarno, Wonogiri.

“Ini jelas butuh kerjasama dengan pemda Jawa Tengah. Bukan hanya bangun JJLS (Jalur Jalan Lintas Selatan), tapi juga bekerjasama dengan Jawa Tengah bangun infrastrukturnya. Harapan kita, masyarakat bisa mendapatkan layanan publik yang lebih baik,” kata dia.

Seperti diketahui, Pemda DIY selama 10 tahun terakhir dengan keistimewan yang dimiliki terus berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan.

“Skema pembangunan DIY dengan anggaran Rp 8,8 trilliun, masih belum mencukupi. Partisipasi masyarakat perlu ditingkatkan. Sudah ada BKK (bantuan keuangan khusus) untuk kelurahan, kita dorong optimalisasinya,” kata Eko.

Kepala Bagian Humas Pemda DIY Ditya Nanaryo Aji menambahkan, pelantikan akan digelar di Istana Negara Jakarta mulai pukul 09:30. Akan digelar kirab yang diikuti presiden, wakil presiden, gubernur, wakil gubernur, dan tamu undangan.

“Yang menarik proses kirab sudah disesuaikan jumlahnya, alat-alat pendukungnya, disesuaikan masa setelah pandemi, tidak dibatasi seperti pada masa pandemi,” katanya.

“Prosesi akan ditayangkan langsung dari YouTube Humas Jogja,” imbuh dia. (*)

Berita terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER

KOMENTAR TERBARU