Rabu, Februari 28, 2024
BerandaJogjakartaEko Suwanto Ungkap Pesan 4 Januari 1946, dari Jogja Kita Jaga Indonesia

Eko Suwanto Ungkap Pesan 4 Januari 1946, dari Jogja Kita Jaga Indonesia

JOGJAEKSPRES.COM – Posisi Yogyakarta dalam kancah sejarah perjuangan kebangsaan penting dalam upaya memperkuat NKRI sebagai negara yang merdeka, bersatu dan berdaulat.

Salah satu momentum bersejarah yang penting adalah berpindahnya Ibukota RI ke Yogyakarta.

Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Wko Suwanto menyampaikan peran Yogyakarta dalam sejarah kebangsaan penting dipahami konteks sejarahnya.

Termasuk bagaimana Presiden RI pertama, Ir Sukarno bersama Wakil Presiden Mohammad Hatta berpindah ke Yogyakarta di tanggal 4 Januari 1946.

Pemindahan ini tidak lepas dari peran Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang mau menerima Yogyakarta sebagai ibukota Republik Indonesia yang dinilai lebih aman saat itu.

“Maka pada 4 Januari 1946 ibukota Republik Indonesia pindah ke Yogyakarta, di usia Republik Indonesia yang masih muda, ada peran sejarah kebangsaan yang penting dipahami konteksnya, itu pula yang membuat Yogyakarta begitu istimewa,” ujarnya, Kamis 4 Januari 2024.

“Kita ajak gen Z dan milenial mau belajar sejarah. Ke museum, ke monumen. Asyik lho,” imbuhnya.

Seperti diketahui bersama, diawal Republik Indonesia merdeka, setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, kondisi Jakarta sebagai ibukota menjadi tidak stabil lantaran pendudukan oleh tentara Belanda (NICA).

Hal ini mendorong para pemimpin melakukan pemindahan ibu kota dengan cepat ke Yogyakarta pada 4 Januari 1946.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta ini menyebutkan, perjalanan rahasia ini jelas beresiko dan tanggung jawab atas itu dipahami benar oleh dwi tunggal Sukarno-Hatta sebagai pemimpin bangsa Indonesia.

“Di Yogyakarta inilah, politik diplomasi Indonesia dijalankan, dwi tunggal kepemimpinan NKRI oleh Sukarno Hatta dijalankan,” ungkap Eko.

“Sumbangsih dan peran Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Puro Pakualam dalam sejarah Indonesia itu nyata, seluruh kegiatan operasional pemerintahan dijalankan dari Yogyakarta, operasional pemerintah disumbang oleh Kasultanan dan Keraton Yogyakarta,” pungkasnya. (*/arf)

 

Berita terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER

KOMENTAR TERBARU