Rabu, Februari 21, 2024
BerandaSlemanDidemo dan Ditolak Massa, Rocky Gerung Batal Isi Diskusi di Sleman

Didemo dan Ditolak Massa, Rocky Gerung Batal Isi Diskusi di Sleman

JOGJAEKSPRES.COM – Rocky Gerung batal menjadi salah satu narasumber dalam diskusi Millenial Effect, Ngobrol Perubahan Indonesia, di Bento Kopi Godean, Banyuraden, Gamping, Sleman, Rabu (2/8/2023). Panitia batal menghadirkan Rocky Gerung karena kencangnya penolakan dari sekelompok masyarakat di sekitar lokasi diskusi.

Massa penolak Rocky Gerung sudah datang sebelum acara dimulai, yang dijadwalkan pada pukul 19.30 WIB. Sejumlah spanduk dibawa berisi penolakan kehadiran Rocky Gerung. Mereka meminta polisi menangkap pengamat politik itu karena kata-katanya beberapa waktu lalu yang dianggap menghina Presiden Joko Widodo.

Dari keterangan panitia, Rocky Gerung sebenarnya sudah berada di luar kafe ketika acara hendak dimulai, tetapi tidak bisa masuk karena banyaknya kerumunan massa di sekitar kafe tersebut. Setelah menunggu beberapa lama, Rocky Gerung dan rombongan pun balik arah meninggalkan lokasi diskusi.

Baca Juga: Pemuda sebagai Agen Perubahan Demokrasi di Indonesia

Salah satu anggota DPR RI dari Fraksi PDIP tampak turut bergabung dalam barisan masa penolak, yakni My Esti Wijayati. Kepada media, ia mengatakan mereka menghargai kebebasan berkumpul dan menyampaikan pendapat, karena itu ada di Konstitusi. “Tapi kita sudah tahu bahwa Rocky Gerung yang mau hadir di acara malam ini adalah dia yang sudah menghina Jokowi,” katanya.

Menurutnya, Jogja merupakan kota yang beradab dan berbudaya. Dia tidak membiarkan akademisi yang seharusnya punya adab serta budaya yang baik, malah menghina presiden. “Mengata-ngatai presiden yang saya mau menirukan kata-katanya saja di sini tidak mungkin karena sungguh tidak beradab dan berbudaya,” ungkapnya.

Ia mengaku tidak keberatan dengan diskusi tersebut. Namun Rocky Gerung tidak boleh menjadi salah satu narasumbernya. Massa penolak juga sudah berembug dengan panitia terkait hal ini. Panitia menurutnya sudah menyanggupi untuk terus menjalankan diskusi tanpa Rocky Gerung.

Baca Juga: FGD Forum 2045: Demokrasi Merumuskan Sirkulasi Kekuasaan Tidak Lagi Diwariskan Lewat Aliran Darah

Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal, yang juga berada di barisan massa penolak, mengatakan apa yang dikatakan Rocky Gerung terkait Presiden Joko Widodo bukan kritik, melainkan makian.

“Hujatan yang rentan merusak dan mencerai-beraikan persatuan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan budaya. Apa yang dilakukan Rocky Gerung dengan pernyataannya sangat tidak mendidik, tidak intelektual, merusak generasi anak bangsa,” ungkapnya.

Dia minta kepada Polri dan TNI sesegera mungkin menangkap Rocky Gerung. “Pagi ini kami sudah melaporkan Rocky Gerung ke Polda DIY, sebelumnya sudah ada pelaporan di Bareskrim dan Polda Metro Jaya. Kami berharap Polri segera menangkap Rocky Gerung,” ungkapnya.

Baca Juga: Ribuan Buruh Yogyakarta Dukung Anies jadi Presiden 2024

Sementara itu, Ketua Panitia Lokal Millenial Effect, Bambang Harianto, mengaku kecewa karena tidak bisa melaksanakan diskusi ini sebagaimana yang telah direncanakan. Diskusi ini sudah direncanakan jauh sebelum Rocky Gerung melontarkan kata-kata yang dianggap menghina presiden.

“Kami mohon maaf kepada yang sudah hadir kalau ternyata acara ini meskipun tetap berjalan tapi tanpa kehadiran Rocky Gerung karena keberatan dari sebagian masyarakat. Kami hargai semua. Kami tidak ingin terjadi masalah dan gesekan di masyarakat,” kata dia.

Selain Rocky Gerung, ketiga narasumber lainnya yang dijadwalkan mengisi diskusi ini, Andy Sinulingga, Habil Marati, dan Saut Situmorang juga batal, karena mereka satu rombongan dengan Rocky Gerung. Diskusi pun berjalan dengan narasumber pengganti dari Jogja.

Baca Juga: Sikapi Putusan MK Terkait Sistem Pemilu Terbuka, Ketua DPC PDIP Kota Jogja Ajak Masyarakat Jaga Keutuhan Bangsa

Sebelum dibatalkan, Rocky Gerung dan narasumber lainnya sempat mengabari panitia jika mereka sudah di luar, tetapi tidak bisa masuk. “Sehingga sempat 15 sampai 20 menit di depan. Karena tidak bisa akhirnya beliau pulang,” ungkapnya.

Diskusi Millenial Effect, Ngobrol Perubahan Indonesia ini diinisiasi oleh Sekretariat Nasional Kuning-Ijo-Biru (Seknas KIB) dengan Sekretariat Kolaborasi Indonesia (SKI). Diskusi berlangsung di beberapa kota dengan narasumber yang sama. (*)

Berita terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER

KOMENTAR TERBARU