test
Selasa, Juni 18, 2024
BerandaJogjakartaBambu Runcing Simbol Perlawanan Terhadap Kesemrawutan dan Kerancuan Sistem Ketatanegaraan

Bambu Runcing Simbol Perlawanan Terhadap Kesemrawutan dan Kerancuan Sistem Ketatanegaraan

JOGJAEKSPRES.COM – Front Marhaenis Indonesia Yogyakarta bersama Kawula Mataram Yogyakarta, dan juga Patembayan Nusantara mendorong menyatunya Front Marhaenis Indonesia dalam mendukung pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Dukungan tersebut ditandai dengan membawa bambu runcing pada acara bertemunya Front Marhaenis Indonesia di Solo, Jawa Tengah, Senin, 18 Desember 2023.

“Hari ini akan berkumpul Front Marhaenis Indonesia di Solo, yang akan diikuti oleh teman-teman dari Surabaya sampai Tulungagung,” ujar Perwakilan Angkatan Tua Front Marhaenis Indonesia Yogyakarta, Nanok Soerawidjaja disela acara pemberangkatan ke Solo.

Acara pemberangkaran rombongan Front Marhaenis Indonesia Yogyakarta diawali dengan ritual Nunggak Semi Tombak Pring Gading, di Limasan Kopi Wirobrajan, Yogyakarta.

“Kita awali acara pemberangkatan dengan ritual. Dan nanti kita akan menyerahkan bambu runcing sebagai simbol perlawanan kita terhadap kesemrawutan atau kerancuan dari sistem ketatanegaraan yang akhir-akhir ini menjadi keprihatinan kita bersama,” kata Nanok.

Baca Juga: Kedepankan Kesenian Budaya dan Ekonomi, Patembayan Nusantara Kampanyekan Ganjar-Mahfud di Gunungkidul

Dukungan Front Marhaenis Indonesia terhadap Ganjar-Mahfud dijelaskan Nanok, pihaknya menjadi pendukung kritis.

“Kita berbeda dengan yang lain, kita bukan sekedar mendukung Pak Ganjar menjadi Presiden. Tapi sebelum acara ini kami sudah menitipkan daulat kepada Pak Ganjar,’ katanya.

Harapannya, Front Marhaenis Indonesia, menitipkan pesan ideologis kepada Capres Ganjar Pranowo, yang bernama revolusi pertanian.

“Yang itu akan kita kawal, apabila Pak Ganjar nanti memenangkan sebagai Presiden. Apakah itu dijalankan atau miring, atau malah tidak dijalankan sama sekali. Makanya kita tidak hanya sekedar mendukung, tapi kita pendukung kritis,” pungkasnya. (*)

Berita terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER

KOMENTAR TERBARU